Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah kegiatan
religi akan dilakukan untuk menunjang wisata islami dunia, PATA Indonesia
Chapter menunjukkan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh
dalam mengembangkan potensi wisata islami dunia di kota Banda Aceh hingga ke
mancanegara.
PATA Indonesia Chapter di Jakarta dan
Walikota Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal di Banda Aceh mengadakanvideo conference terkait
hal ini pada hari Rabu (18/6) didukung oleh aplikasi Qiscus, sebuah sistementerprise
messaging yang dirancang untuk meniru suasana lingkungan kerja yang ringan
dan aman, yang sejak april 2015 telah hadir di Indonesia.
CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo
Siswoprasetijo menjelaskan bahwa pihaknya begitu antusias dan mendorong kota
Banda Aceh sebagai destinasi islami dunia.
“Selama Ramadhan tentunya banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat di Banda Aceh sehingga bisa menjadi daya Tarik untuk wisatawan belajar mengenai syariah dengan baik,” ujarnya.
Poernomo mengatakan, meski dalam suasana ramadhan, kota Banda Aceh tetap menyambut kehadiran wisatawan asing. Pemerintah Kota Banda Aceh menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh. Walikota Hj. Illiza menjamin bahwa kota Banda Aceh tidak diskriminatif terhadap perempuan dan ramah gender.
“Seperti kita tahu, kota Banda Aceh punya rancangan qanun tau perda kota ramah gender sebagai buktipolitical will pemerintah kota untuk menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan. Kami dapat dikatakan diskriminatif jika instruksi ini diberlakukan untuk membatasi aktifitas perempuan, namun kami tidak melakukan hal itu. Saya sebagai perempuan terus berjuang agar harkat dan martabat perempuan mendapat posisi yang seharusnya,” jelas Hj. Illiza.
Pada bulan Mei 2015 lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh meluncurkan paket wisata Amazing Ramadhan in Aceh dimana wisatawan bisa menikmati sahur dan buka puasa bersama khas Aceh, shalat terutama tarawih berjamaah di masjid (khususnya Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh), dan menikmati kuliner khas ramadhan di Aceh.
Selain itu, ada juga tradisi tadarus malam hari, khaduri khatam Al-Qur’an dan Nuzulurl Qur’an, mengunjungi masjid-masjid, berziarah ke kuburan massal korban tsunami, berkunjung ke dayah (pesantren) atau panti anak yatim. Disbudpar Aceh juga meluncurkan paket wisata Banda Aceh-Sabang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar